EKOSISTEM
1.
Pengertian
Ekosistem
Ekosistem
adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh
antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Matahari sebagai
sumber energi yang ada.
Dalam ekosistem, organisme dalam
komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem.
Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga
memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan
pada Hipotesis Gaia, yaitu: “organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan
lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi
cocok untuk kehidupan”. Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi
sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet
lain dalam tata surya.
Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies
dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi
faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi
oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi. Misalnya:
Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang
sempit terhadap makanannya, yaitu bambu. Dengan demikian, panda dapat hidup di
ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu
sebagai sumber makanannya. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran
toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam.
2.
Susunan
Ekosistem
Suatu ekosistem berdasarkan susunan dan fungsinya tersusu dari beberapa
komponen sebagai berikut :
a.
Komponen
autotrof
autotrof
berasal dari kata Auto yang berarti sendiri, dan trophikos yang berarti
“menyediakan makan”. Pengertian dari Autotrof adalah organisme yang mampu
menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan
anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof
berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.
b.
Komponen
heterotrof
Heterotrof
berasal dari kata “Heteros” yang berarti berbeda, dan trophikos yang
berarti makanan). Pengertian dari Heterotrof merupakan organisme yang
memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut
disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia,
hewan, jamur, dan mikroba.
c.
Bahan tak
hidup (abiotik)
Bahan
tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara,
sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat
berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.
d.
Pengurai
(dekomposer)
Pengertian
dari Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang
berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai
menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang
sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini
adalah bakteri dan jamur.
3.
Macam –
Macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi
ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas
ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut.
a.
Ekosistem darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.
1. Bioma gurun
Beberapa
Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan
dengan padang rumput.
Ciri-ciri
bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang
hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan
malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang
dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran
kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri
contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai
jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia,
ular, kadal, katak, dan kalajengking.
2. Bioma padang rumput
Bioma
ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik.
Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun
tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat.
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya
tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing
liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.
3. Bioma Hutan Basah
Bioma
Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Ciri-cirinya adalah, curah
hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda
antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama
antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk
tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang
langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar
matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar
25°C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana
(rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera,
burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
4. Bioma hutan gugur
Bioma
hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang, Ciri-cirinya
adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami
empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20)
dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing,
burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
5. Bioma taiga
Bioma
taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik.
Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan
yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak
dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam,
ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
6.
Bioma tundra
Bioma
tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara
dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini
hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan
biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya
mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan yang hidup di daerah ini
ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas.
Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa
kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
b.
Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri
ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya
kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak
adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum
hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya
telah beradaptasi.
Adaptasi organisme
air tawar adalah sebagai berikut.
a.
Adaptasi
tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan
dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke
dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi,
seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan
dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan
tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
b. Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh
nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang
kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan,
dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk
memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan
pencernaan.
Habitat air tawar merupakan
perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air
dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
1.
Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi
autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator,
parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa
organisme.
2.
Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan
sebagai berikut:
- Plankton: terdiri alas fitoplankton dan zooplankton; biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
- Nekton: hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan
- Neuston: organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air
- Perifiton: merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
- Bentos: hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis. perhatikan gambar di bawah ini
Ekosistem air tawar
digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang
adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
1.
Danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari
beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman
dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah
sebagai berikut.
a.
Daerah
litoral
Daerah
ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang
hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar
dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air.
Komunitas
organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya
diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia
air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa
mamalia yang sering mencari makan di danau.
b.
Daerah limnetik
Daerah
ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus
sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang
dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan
tinggi selama musim panas dan musim semi.
Zooplankton
yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang- udangan kecil memangsa
fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa
oleh ikan yang lebih besar, ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan
burung pemakan ikan.
c. Daerah profundal
Daerah
ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan
organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah
mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh
cacing dan mikroba.
d. Daerah
bentik
Daerah ini merupakan
daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.
Danau juga dapat dikelompokkan
berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :
a. Danau Oligotropik
Oligotropik
merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena
fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih
sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen
sepanjang tahun.
b. Danau Eutropik
Eutropik
merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan,
karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh,
terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.
Danau
oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi
organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh
aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan
sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor.
Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi
produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di
danau tersebut.
Pengkayaan
danau seperti ini disebut “eutrofikasi”. Eutrofikasi membuat air tidak dapat
digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.
2.
Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin
dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan
gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi
sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang
mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam
diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari
ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai
makanan.
Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan
hilir. Di anak sungai sering dijumpai Man air tawar. Di hilir sering dijumpai
ikan kucing dan gurame. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura
dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.
Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami
adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat
pada batu.
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat
kecil yang bebas dari pusaran air.
C . Ekosistem Air Laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu
karang :
1. Laut
Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( + 70 %
), karena luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian
orang banyak, khususnya yang berkaitan dengan REVOLUSI BIRU.
1. Ciri-ciri dari ekosistem laut yaitu:
a.
|
Memiliki kadar mineral yang
tinggi, ion terbanyak ialah Cl(55%), namun kadar garam di laut bervariasi,
ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut
beriklim dingin).
|
b.
|
Ekosistem
air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
|
2. Pembagian
daerah ekosistem air laut
1.
Daerah Litoral / Daerah Pasang Surut
Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan
darat. Radiasi matahari, variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh
yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya.
Biota yang hidup di daerah ini antara lain: ganggang yang hidup sebagai bentos,
teripang, binatang laut, udang, kepiting, cacing laut.
2.
Daerah Neritik
Daerah
neritik merupakan daerah laut dangkal, daerah ini masih dapat ditembus cahaya
sampai ke dasar, kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. Biota yang hidup di
daerah ini adalah plankton, nekton, neston dan bentos.
3.
Daerah Batial atau Daerah Remang-remang
Kedalamannya
antara 200 - 2000 m, sudah tidak ada produsen. Hewannya berupa nekton.
4.
Daerah Abisal
Daerah abisal adalah daerah laut yang kedalamannya lebih
dari 2000 m. Daerah ini gelap sepanjang masa, tidak terdapat produsen.
Berdasarkan intensitas cahayanya,
ekosistem laut dibedakan menjadi 3 bagian:
a.
|
Daerah fotik: daerah laut yang
masIh dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman maksimum 200 m.
|
b.
|
Daerah twilight: daerah
remang-remang, tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis, kedalaman antara
200 - 2000 m.
|
c.
|
Daerah afotik: daerah yang tidak
tembus cahaya matahari. Jadi gelap sepanjang masa.
|
3. Komunitas di Dalam Ekosistem Air
Laut
Menurut
fungsinya, komponen biotik ekosistem laut dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
a.
|
Produsen
terdiri atas fitoplankton dan ganggang laut lainnya. |
b.
|
Konsumen
terdiri atas berbagai jenis hewan. Hampir semua filum hewan ditemukan di dalam ekosistem laut. |
c.
|
Zooplaokton
terdiri atas bakteri dan hewan-hewan pemakan bangkai atau sampah. |
Pada
ekosistem laut dalam, yaitu pada daerah batial dan abisal merupakan daerah
gelap sepanjang masa. Di daerah tersebut tidak berlangsung kegiatan
fotosintesis, berarti tidak ada produsen, sehingga yang ditemukan hanya
konsumen dan dekompos saja. Ekosistem laut dalam merupakan suatu ekosistem yang
tidak lengkap.
4.
Adaptasi
biota laut terhadap lingkungan yang berkadar garam tinggi:
Pada hewan dan tumbuhan tingkat
rendah tekanan osmosisnya kurang lebih
sama dengan tekanan osmosis air laut sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan
untuk beradaptasi. Tetapi bagaimanakah dengan hewan tingat tinggi, seperti ikan
yang mempunyai tekanan osmosis jauh lebih rendah daripada tekanan osmosis air
laut. Cara ikan beradaptasi dengan kondisi seperti itu adalah:
- hanyak minum
- air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus
- sedikit mengeluarkan urine
- pengeluaran air terjadi secara osmosis
- garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang
- air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus
- sedikit mengeluarkan urine
- pengeluaran air terjadi secara osmosis
- garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang
2. Ekosistem Pantai
Ekosistem
pantai terletak di zona litoral. Ekosistem ini dipengaruhi oleh siklus harian
pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural
sehingga dapat melekat erat di subtrak keras. Daerah paling atas pantai hanya
terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa ganggang,
molusca dan remis.
a. Ekosistem pantai pasir
Ekositem
pantai pasir merupakan zona litoral yang terkena ombak terus menerus dan
terpaan cahaya matahari selama 12 jam.Pantai berpasir hampir tidak ada
kehidupan. Pantai berpasir merupakan komponen penting lingkungan pesisir
sebagai :
1. Penghalang terdapat erosi pantai
2. Tempat rekreasi
3. Habitat berbagai jenis burung,
penyu,ikan dan berbagai invertebrata.
Vegetasinya membentuk formasi :
1.
Formasi Prescaprae
Dinamakan
demikian karena yang paling banyak tumbuhan yang tumbuh digundukan pasir adalah
Ipomoea Pes Caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin,tumbuhan
ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex Littorium
(rumput angin), Vigna.
2.
Formasi Baringtonia
Daerah ini
didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnya Wedelia, Thespesia,
Terminalia, Guettarda, dan Erythrina. Bila tanah di daerah pasang surut
berlumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar
napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen.
Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai
penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau
antara lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera. Jika tanah pasang surut
tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra, Lumnitzera,
Acgicras, dan Cylocarpus.
Sebagian
besar pantai di wilayah tropis adalah pantai berpasir.Pantai pasir secara
ekologis sangat penting sebagai habitat beberapa organisme,termasuk kepiting
dan burung,dan beberapa lokasi sebagai tempat lahirnya penyu.Pantai berpasir
ini dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena beberapa tempat di pantai
ini dijadikan tempat rekreasi yang penting.Pantai berpasir ini juga banyak
digunakan oleh perahu-perahu ikan dan beberapa aktivitas perikanan sebagai
landasan (base) atau lokasi kegiatan.Minyak umumnya akan terakumulasi pada
permukaan sendimen antar-pasang-surut dan dapat menimbulkan dampak pada
organisme termasuk burung-burung dan penyu-penyu yang mendarat di daerah pantai
ini.
Minyak
juga dapat masuk ke dalam lapisan bawah permukaan, tingkat penetrasi ini
dipengaruhi oleh ukuran butir sedimen, tingkat penterasi air, kekentalan
minyak, dan keberadaan lubang jejak-jejak jalan kepiting atau cacing.
Penetrasi
minyak ke dalam pasir kuarsa lebih besar dibanding pasir halus, sementara
kemungkinan penetrasi minyak ke dalam sedimen yang memiliki lubang jalan air
lebih kecil dibanding sedimen yang kering. Minyak ringan dapat melakukan
penetrasi dengan mudah, sedang minyak yang kental cenderung tetap berada pada
permukaan.
Minyak
yang masuk ke dalam lubang jejak-jejak jalan kepiting atau cacing dapat
mengakibatkan dampak kematian pada kepiting atau cacing yang hidup dalam
lubang-lubang tersebut. Minyak yang tetap berada pada atau sekitar permukaan
pasir dan minyak yang terkena aksi gelombang yang besar tidak akan tinggal pada
pantai berpasir dalam jangka waktu lama, namun minyak yang berada di lapisan
bawah pemrukaan dapat tetap tinggal hingga beberapa tahun, kecuali dibersihkan
secara mekanis.
Sedimen
minyak yang terangkat dari permukaan pantai berpasir oleh aksi gelombang dapat
terbawa dan terendapkan pada kawasan yang lebih kearah lepas pantai, dimana
minyak dapat memberi dampak pada organisme di dasar perairan. Kandungan minyak
hidrokarbon pada daging kerang telah terdeteksi dari beberapa kasus tumpahan
minyak, khususnya pada kawasan teluk yang landai.
Dampak ini
cenderung tidak terjadi pada pantai yang terbuka, dimana sedimen terkontaminasi
minyak dapat tersebar dan terendapkan dalam lingkungan kawasan yang lebih luas.
Karakteristik Pantai Pasir
1.
Kebanyakan terdiri dari kwarsa dan feldspar,bagian
yang paling banyak dan paling keras sisa-sisa pelapukan batu di gunung.
- Dibatasi didaerah diamana gerakan air yang kuat mengangkut partikel-partikel yang halus dan ringan.
Total
bahan organik dan organisme yang hidup di pantai berpasir jauh lebih sedikit dibanding
dengan jenis pantai lainnya.
Pantai berpasir dinominasikan
oleh 3 invertebrate :
- Cacing Polikaeta
- Mollusca Bivalvia
- Rustacea
Fungsinya:
- Tempat beberapa biota meletakan telurnya
- Tidak dapat menahan air dengan baik karena sendimennya yang kasar akibatnya lapisan permukaannya menjadi kering sampai sedalam beberapa cm diatas pantai yang terbuka terhadap matahari pada saat pasang surut.
Parameter lingkungannya:
- Pola arus yang akan mengangkut pasir yang halus
- Gelombang yang akan melepaskan energinya dipantai
- Angin yang juga merupakan pengangkut pasir
Asosiasi Fauna
Dua kelompok ukuran organism yang
bias beradaptasi di daerah pantai pasir :
- Organisme Infauna makro (berukuran 1-10 cm),yang mampu menggali liang didalam pasir.
- Organisme Meiofauna mikro (berukuran 0,1-1 mm),yang hidup diantara butiran pasir di ruang teristitial
b. Ekositem Pantai Berlumpur
Pantai
berlumpur merupakan tempat dimana beberapa organisme berlindung,bertelur dan
membesarkan anak.Merupakan juga area yang kaya nutrisi banyak jenis tumbuhan
marin dan pantai.
Pantai
berlumpur banyak terdapat di kawasan yang landai dan sering berasosiasi pada
hutan manggrove dan lamun. Ekosistem Pantai Lumpur terbentuk dari pertemuan
antara endapan lumpur sungai dan laut yang berada di muara sungai dan
sekitarnya.Apabila sungainya besar,lumpur tersebut membentang luas hingga
menjorok ke laut.Ekosistem pantai lumpur yang terdapat di muara disebut Monsun
Estuaria.Habitatnya berbagai jenis ikan gelodok.Komunitas tumbuhannya adalah
Tricemia,Skeratia dan Enhalus Acoroides (rumput laut).Hewan-hewan ini memiliki
nilai ekonomi yang tinggi.Biasanya ekosistem ini kita temui pada sungai-sungai
lebar seperti di Pulau Kalimantan,Irian Jaya,Sumatra dan Jawa. Salah satu
contoh ekosistem pasir berlumpur adalah hutan mangrove.
Hutan
mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh
beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah
pasang surut pantai berlumpur. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang kaya
dan menjadi salah satu sumberdaya yang produktif.
Hutan
mangrove sebagai salah satu sumberdaya kelautan mempunyai peranan yang cukup
panting. Secara ekologis berbagai jenis hewan laut hidup di daerah mangrove.
Vegetasi
Hutan Mangrove memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, dengan jumlah jenis
yang tercatat sebanyak 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis
palem, 19 jenis liana, 44 jenis epifit dan 1 jenis sikas. Namun tidak semua
jenis mangrove dapat ditemukan pada ekosistem mangrove, paling tidak didalam
hutan mangrove terdapat salah satu jenis tumbuhan sejati yang dominan pada
hutan mangrove, sepeti famili Rhizophoraceae, Sonneratiaceae, Avicenniaceae,
Meliaceae.
Karakteristik Pantai Lumpur
1.
Terdapat didaerah intredital (Wilayah yang
diperngaruhi oleh pasang surut sepanjang garis pantai)
2.
Daerah pantai ini dipenuhi oleh tumbuhan yang
terdiri dari terhadap kondisi lingkungan peralihan antara daratan dan lautan.
3.
Umumnya hanya ditemui di pantai yang berombak
relative kecil dan bahkan terlindung dari ombak
4.
Disepanjang delta dan estuaria yang dipengaruhi oleh
masukan air dan lumpur dari daratan.
Fungsi :
· Sebagai perendam gelombang dan
angin badai.
C. Ekosistem Pantai Berbatu (will be confirmed)







